Shopping Online

Pengikut

About Me

Foto Saya
lindra NGLINDUR
lindra itu... tukang tidur! cerewet lebay katanya pinter bgt bwt nyembunyiin perasaan hati,hehehe
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sekolah Alam, Sebuah Alternatif Pendidikan

JAKARTA-Kegagalan sistem pendidikan di Indonesia merangsang tumbuhnya sekolah-sekolah alternatif yang diyakini memiliki mutu pendidikan lebih baik dari sekolah biasa. Salah satu sekolah alternatif yang kini banyak diminati ialah sekolah alam.
Konseptor sekolah alam Ir Lendo Novo menjelaskan, sekolah alam yang dia pelopori merupakan suatu reaksi dari kegagalan pendidikan di Indonesia.
“Mutu pendidikan Indonesia masih jauh dari negara-negara lain, bahkan masih di bawah Vietnam. Ini berarti ada yang salah dengan sistem pendidikan di negara ini,” ujar Lendo Novo di Jakarta, baru-baru ini.
Lebih dari 1.000 sekolah alam kini telah tumbuh di Indonesia. Di kawasan Jakarta Bogor Depok Tanggerang Bekasi (Jabodetabek) saja kini telah berdiri lebih dari 50 sekolah. Sekolah alam, menurut dia, merupakan sekolah yang mengedepankan pembentukan akhlak dan mental siswa dengan konsep mendekatkan diri pada alam. Metode pembelajaran yang diterapkan juga berbeda.
“Kami berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membuat anak-anak senang dan merasa bahwa belajar adalah suatu kebutuhan dan kesenangan, bukan sesuatu yang membosankan dan harus dipaksakan,” jelas Ketua Litbang Sekolah Alam Indonesia Ciganjur, Novi Hardian.
Hampir seluruh sekolah alam yang ada memiliki konsep utama yaitu upaya memaksimalkan potensi anak untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan dan siap menjadi pemimpin.
Metode pengajaran sekolah alam juga membuat bersekolah lebih menyenangkan dan anak tidak merasa terpenjara.
Sekolah alam juga mendorong anak untuk aktif dan kreatif dan bukan semata-mata mendapatkan materi yang diberikan oleh guru. Di Sekolah Alam Indonesia, Ciganjur, misalnya, proses belajar lebih banyak dilakukan melalui diskusi dan permainan.
“Ilmu tidak hanya dijejali oleh guru, tetapi anak juga aktif bereksplorasi. Ini melatih keberanian mengungkapkan pendapat,” jelas Novi.
Konsep Tematik Hal serupa juga dilakukan oleh Sekolah Alam Depok di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Sekolah yang memiliki jenjang pendidikan Pre-School, TK, dan SD itu juga mendorong siswanya untuk aktif menemukan sendiri jawaban atas berbagai hal melalui buku-buku di perpustakaan dan sumber-sumber lain.
Menurut Pendiri Sekolah Alam Depok Edi F Rizal Darma, lahirnya sekolah alam adalah karena ingin menciptakan hubungan belajar tanpa sekat antara guru dan murid.
“Selama ini kan arah belajar di sekolah selalu dari guru ke murid, sehingga ada jarak antara mereka. Sekolah alam ini muncul sebagai sekolah yang non-classical dan tanpa sekat,” jelas Edi.



Sekolah alam pada umumnya menggunakan konsep tematik. Setiap tema dibahas dari berbagai sisi akhlak, seni, bahasa, kepemimpinan, dan ilmu pengetahuan. Tiap tingkatan memiliki sejumlah tema pembahasan yang berbeda-beda.
Selain memiliki metode dan visi yang berbeda dari sekolah pada umumnya, sesuai dengan namanya, suasana yang disuguhkan pun membuat siswa dekat dengan alam.
Rimbunnya pepohonan, lahan untuk berkebun, bahkan sejumlah hewan ternak seperti angsa dan bebek menjadi bagian dari suasana alami yang ada di sekolah alam.
Ruang kelas berupa bangunan semen dan bersekat-sekat tidak ada di sekolah alam, yang ada hanyalah saung-saung belajar yang terbuat dari kayu berukuran 5 x 5 meter dan beratap rumbia.
Menurut Edi, saung sebagai tempat belajar selain dapat lebih dekat dengan alam, juga sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Selain itu, pembuatan saung juga lebih murah dibanding dengan membangun ruangan beton yang berpendingin udara.
Lendo Novo menjelaskan, konsep sekolah alam dengan saung memang cocok untuk Indonesia, yang beriklim tropis. “Sekolah kan tidak harus di kelas. Justru dengan belajar di saung yang tanpa meja dan kursi akan menimbulkan suasana yang lebih bebas bagi siswanya,” katanya.
Namun, proses belajar siswa tidak hanya dilakukan di saung, tapi juga di kebun atau belajar keluar, dengan mengunjungi sejumlah tempat yang terkait dengan tema pembelajaran.
“Anak-anak belajar Fisika, Biologi, Matematika dan mata pelajaran lainnya langsung dengan mempraktikkannya dari alam. Dengan menggunakan sistem learning by doing, penyerapan materi oleh siswa bisa mencapai 90 persen,” jelas Lendo Novo.
Hal senada juga diungkapkan Novi. Menurut dia, dengan berhubungan dekat dengan alam, siswa akan lebih bijak karena semakin menghargai alam dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. “Diharapkan lulusan sekolah kami dapat menjadi anak yang ramah terhadap lingkungan dan tidak ada lagi yang menebang pohon sembarangan,” jelasnya.
Pelajaran di sekolah alam juga padat dengan materi keagamaan. Di Sekolah Alam Depok, pada pagi hari dan sebelum pulang sekolah, siswa melakukan tahfidz, yaitu melancarkan hapalan Al-Quran. Menurut Edi, berbagai keunggulan itulah yang menyebabkan banyak orang tua yang mempercayakan anak mereka bersekolah di sekolah alam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar